Categories
Psikologi

Anxiety Disorder: Pahami Gejalanya Agar Bisa Diatasi!

Amal Baik – Anxiety disorder, pernahkah kamu mendengarnya? Barangkali kebanyakan kita lebih awam dengan kata cemas. Yaa anxiety disorder atau  gangguan kecemasan adalah perasaan cemas yang dialami seseorang, hanya saja porsinya telah berlebihan sehingga bisa mengganggu kehidupan sehari-hari.

Siapa sih yang tidak pernah merasakan cemas? Setiap manusia di dunia ini pasti pernah merasakannya. Baik itu saat kamu menyelesaikan jenjang pendidikan, urusan di kantor maupun urusan rumah tangga, bisa membuat seseorang cemas bila tidak berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

Permasalahannya sudahkah kita bisa membatasi rasa cemas tersebut sehingga tidak merusak kesehatan mental kita. Mampukah kita melakukannya agar menjalani hidup lebih santai dan tenang jauh dari kata stress?

Itulah perlunya kita mengetahui apa itu anxiety disorder atau gangguan kecemasan dalam psikologi agar kedepannya kita bisa mengatasinya dengan baik.

Anxiety Disorder: Pahami Gejalanya Agar Bisa Diatasi!
Ilustrasi : Anxiety disorder atau gangguan kecemasan bisa hadir saat seseorang berada dalam tekanan atau deadline pekerjaan misalnya / pexels

Jenis – Jenis Anxiety Disorder

Dilansir dari Psychologi Today, berikut ini beberapa jenis anxiety disorder yang perlu kamu ketahui, yaitu :

1.Agoraphobia

Agoraphobia adalah saat kamu berada di tempat atau situasi yang menyebabkan kamu merasa seperti terjebak, tidak bisa meminta pertolongan dan merasa lalu kemudian lahirlah perasaan cemas yang berlebihan.

2.Generalized Anxiety Disorder (GAD)

Kecemasan kronis yang ditandai dengan adanya rasa khawatir dan tegang yang tidak bisa dikontrol. Terkadang juga disertai dengan gejala fisik seperti mulai gelisah, sulit berkonsentrasi dan susah tidur (insomnia).

3. Panic Disorder 

Panic Disorder atau gangguan panik tidak seperti kecemasan pada umumnya, gejala ini bisa saja muncul tiba-tiba dan berulang kali tanpa diketahui alasannya. Serangan panik ini bisa terjadi dimana saja, dalam hitungan menit hingga jam tergantung penderitanya.

Seseorang yang mengalami kondisi ini umumnya mengalami gejala fisik seperti nyeri dada, nafas terasa sesak, detak jantung berdetak tidak menentu hingga keluar keringat yang berlebihan. Terkadang orang salah mengartikannya sebagai serangan jantung.

4.Selective Mutism

Gangguan kecemasan ini bisa diderita sejak kanak-kanak. Hal ini ditandai dengan anak tiba-tiba tidak bisa bicara pada kondisi atau situasi tertentu. Selective Mutism ini bisa muncul ketika anak berada di tempat yang mereka anggap kurang nyaman.

Contohnya saja saat di sekolah anak tiba-tiba pendiam dan tidak mampu berbicara dengan baik padahal saat di rumah dia baik-baik saja. Alangkah baiknya gejala ini segera ditindak lanjuti agar tidak berdampak di kegiatan sehari-harinya hingga dia dewasa.

5.Separation Anxiety Disorder

Jenis anxiety disorder ini juga biasa dialami oleh anak-anak pada masa pertumbuhannya. Hal biasa bila anak masih belum bisa terpisah dengan orang tua atau kerabat yang dikenalnya saat di tempat baru. Akan tetapi sebaiknya orang tua terus melatih anak agar bisa terbebas dari gejala separation anxiety disorder ini.

6.Social Anxiety Disorder

Kita biasa mengenalnya dengan kecemasan sosial. Saat dimana seseorang merasakan ketakutan yang terlampau ekstrim di tengah keramaian.Gugup pada saat berinteraksi dengan orang lain itu adalah hal yang wajar. Namun, bila sampai anda merasa berkeringat hingga merasa mual ada kemungkinan ini gejala social anxiety disorder.

Berbeda dengan rasa malu yang biasanya hadir sebentar dan bisa diatasi, gangguan kecemasan sosial berlangsung terus-menerus dalam waktu yang lama. Biasanya penyebabnya adalah rasa takut dibenci ataupun dinilai buruk oleh orang lain.

Ini merupakan gangguan kecemasan yang kompleks dan bisa mengganggu kehidupan seseorang secara total. Karena bersosialisasi dengan baik merupakan kebutuhan primer setiap individu.

7. Fobia Spesifik

Kita pasti mengenal dengan istilah fobia. Ternyata fobia juga menjadi bagian dari gangguan kecemasan. Kondisi seseorang mengalami ketakutan pada objek, situasi atau aktivitas tertentu.

Contohnya saja ada yang fobia ketinggian, fobia gelap, fobia kucing, fobia jarum dan lain sebagainya. Biasanya mereka tahu ketakutan mereka merupakan hal yang tidak wajar tapi mereka masih tetap kesulitan mengatasinya.

Baca Juga : Manfaat Silaturahmi: Sebagai Magnet Rezeki dan Pengurang Stress!

Cara Mengatasi Anxiety Disorder

Berikut ini beberapa cara agar kamu bisa setidaknya mengurangi ataupun menghindari serangan gangguan kecemasan hadir berulang kali. Ataupun langkah awal agar rasa cemas yang kamu hadapi tidak naik tingkat yang bisa mengganggu kesehatan mental.

1.Cobalah Untuk Membuka Diri

Apabila saat ini kamu sedang merasa gelisah dan takut akan persoalan yang kamu hadapi, atau ada suatu kejadian yang membuatmu tidak nyaman dan merasa cemas cobalah untuk bercerita dengan orang terdekatmu.

Memulai untuk melakukan self disclosure ataupun pengungkapan diri bisa membantumu mengurangi cemas akibat stress. Pasalnya melalui berbagi kisah dengan orang lain, kamu bisa memperoleh masukan dan dukungan yang membuat perasaanmu menjadi lebih baik.

Baca Juga : Open Minded : Cara Berpikir Positif Dalam Kehidupan Sehari-Hari

2. Hindari Kafein

Mulailah untuk menerapkan healthy lifestyle dalam keseharianmu. Salah satunya adalah dengan tidak mengkonsumsi minuman yang mengandung kafein. Faktanya kafein bisa meningkatkan kadar kecemasan yang memperburuk anxiety disorder yang kamu miliki.

3. Mengatur Jam Tidur

Insomnia bisa menjadi gejala awal gangguan kecemasan. Alangkah baiknya mulai dari sekarang kamu mengatur jam tidur malam dengan baik agar terhindar dari yang namanya begadang.

Ketika kamu bisa mendapatkan istirahat yang cukup, pikiran liarmu juga akan terkendali. Latihlah tubuh dan pikiranmu untuk rehat di waktu yang sudah ditetapkan. Kamu juga bisa menggunakan bantuan musik klasik atau lantunan ayat suci Al Quran agar lebih mudah terlelap.

4. Lakukan Kegiatan Yang Menenangkan

Untuk membiasakan dirimu tenang ketika menghadapi masalah, cobalah untuk memasukan kegiatan yang menenangkan dalam daily activity mu. Misalnya di pagi hari kamu bisa melakukan yoga ataupun menyiram bunga di pekarangan rumahmu.

Hal sederhana lainnya bisa dengan berjalan santai di komplek rumahmu di pagi hari sambil menghirup udara segar dan melihat pemandangan alam sekitar. Apabila dilakukan dengan konsisten sangat mungkin bisa mengurangi gejala anxiety disorder.

5. Stay Happy, Stay Positive.

Memang butuh langkah demi langkah dalam upaya terbebas dari anxiety disorder. Hanya saja selama kamu berusaha lepas dari gangguan kecemasan ini, teruslah untuk berusaha bahagia dan positive.

Apabila kamu menerapkan mindset positive dan senantiasa optimis bukan tidak mungkin serangan anxiety disorder ini tidak muncul dalam rentang waktu yang lama.

Nah itu tadi penjelasan mengenai anxiety disorder, apa saja jenis serta cara mengatasinya yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Semoga kita semua selalu dalam kondisi kesehatan mental yang baik ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *