Categories
Talk Islam

Tips Mendidik Anak Agar Menjadi Penghafal Al Quran Untuk Orang Tua

Karakter anak pada dasarnya tumbuh dari lingkungan keluarga. Untuk itu dibutuhkan lingkungan keluarga yang positif agar anak tumbuh menjadi pribadi yang baik. Sebagai orangtua tentu memiliki impian besar pada anak. Salah satunya adalah ingin agar anak tumbuh menjadi penghafal al-quran.

Menghafal al-quran sejak dini akan meningkatkan kecerdasan anak. Anak juga akan tumbuh menjadi karakter muslim yang berakhlak mulia. Sebagaimana Rasulullah SAW memerintahkan orangtua untuk mengajarkan ilmu agama pada anak dari dini.

Namun tentu butuh cara khusus agar anak bisa menghafal Al-quran tanpa tekanan. Salah satunya adalah membuat sistem hafalan yang sesuai dengan usia bermain mereka. Nah, kali ini mari simak informasi tentang keutaam menghafal al-quran dan tips mendidik anak jadi penghafal al-quran.

Keutamaan Menghafal Alquran

Keutamaan menghafal al-quran berguna untuk kehidupan didunia dan akhirat. Al-quran menjadi pedoman hidup kita sebagai muslim selama didunia. Sementara di akhirat al-quran akan menjadi saksi amalan yang memberatkan timbangan nantinya. 

Kemuliaan al-quran akan terus didapatkan bagi siapa saja yang senantiasa membaca, menghafal, dan berpedoman kepada al-quran. Berikut ini keutamaan membaca al-quran:

  1. Memberikan keberkahan untuk dirinya dan lingkungan disekitarnya.
  2. Diangkatnya kehormatan orangtua dari anak-anak penghafal Al-quran.
  3. Dimuliakan jasa seorang penghafal Al-quran agar tetap utuh hingga hari kiamat tiba.
  4. Dibukanya pintu surga untuk penghafal Al-quran dan setiap keluarganya akan ikut berbondong-bondong masuk kesurga.

Tentunya sebagai orangtua kita menginginkan agar anak mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Serta dapat menjadi tabungan akhirat untuk orangtua. Namun tidak mudah menjalan peran sebagai orangtua, ketahui tips berikut agar anak dapat menjadi penghafal Al-quran.

Baca Juga : Tips Parenting Islami Untuk Mendidik Anak Versi Rasulullah
Tips Mendidik Anak Agar Menjadi Penghafal Al Quran Untuk Orang Tua
Tips Mendidik Anak Agar Menjadi Penghafal Al Quran Untuk Orang Tua / Pexels

Tips Cepat Menghafal Alquran Untuk Anak

1.Biasakan anak mendengar lantunan Alquran

Saat anak baru lahir rutinkanlah mendengarkan lantunan ayat Al-quran. Entah itu melalui media speaker atau orangtua yang membaca Al-quran. Walaupun belum berakal, namun kebiasaan mendengarkan Al-quran kepada anak dapat menstimulasi otak anak agar akrab dengan bacaan al-quran. Selain itu lantunan ayat suci akan menghindarkan anak dari gangguan setan.

Namun sayangnya saat ini perkembangan zaman membuat dunia anak mudah terpengaruh dengan music-musik dewasa. Sebagai orangtua kita harus bijak membangun lingkungan yang agamis pada anak.

Anak cenderung meniru sikap yang ada disekitarnya. Begitu pun ketika kita membiasakan anak mendengarkan lantunan ayat suci. Otak anak akan cenderung menghafal hal-hal di sekitarnya yang muncul berulang kali.

Cara ini cukup efektif untuk mengenalkan anak dengan Al-quran sebagai pedoman hidup mereka nantinya. Bahkan lebih baik lagi jika orangtua mendengarkan lantunan ayat suci sejak anak masih didalam kandungan.

2.Membangun kecintaan anak pada Alquran

Pada usia yang sudah cukup besar yaitu 2 tahun keatas. Mulailah membangun lingkungan yang membuat anak mencintai Al-quran. Misalnya dengan menayangkan film kartun yang mengandung nilai islami. Pada usia ini anak akan lebih mudah untuk tersugesti. Sehingga sebagai orangtua harus ekstra hati-hati dalam memberikan pelajaran agar otak anak tidak menyerap ilmu yang keliru.

Kecintaan anak kepada Al-quran juga dapat dibangun dengan memberitahu nilai-nilai kebaikan di dalam Al-quran. Serta mempraktekannya langsung dihadapan anak. Misalnya kebiasaan bersedekah atau berbagi, maka anak akan mengerti bahwa Al-quran pada dasarnya mengajarkan hal-hal baik.

3.Meluruskan niat

Saat anak sudah beranjak besar, yaitu memasuki usia 7 tahun keatas. Sebagai orangtua bantulah untuk membimbing anak agar membangun niat yang tulus saat menghafal Al-quran. Bukan semata-mata karena perintah orang tua saja. 

Niat yang lurus akan membuat anak lebih mudah untuk belajar. Karena keinginan menghafal kini berasal dari hati mereka. Maka sangat penting untuk menanamkan nilai Al-quran agar tertanam dengan tulus didalam hati. Sehingga dapat menjadi sumber ilmu dan pedoman hidup didunia.

4.Membimbing hafalan pada anak

Keluarga adalah sekolah pertama bagi seorang anak. Walaupun saat ini telah tersedia fasilitas tahfidz dan sekolah islam dengan guru luar biasa. Namun tetap saja sebagai orangtua harus membimbing perkembangan hafalan anak.

Misalnya dengan membangun rutinitas muraja’ah setiap shubuh untuk mengetahui seberapa jauh hafalan anak-anak. Atau memberikan perhatian lain yang membuat anak terus bersemangat untuk meningkatkan hafalannya.

Baca Juga : Kecerdasan Spiritual : Pengertian, Ciri-Ciri dan Indikatornya

5.Membiasakan anak muraja’ah

Muraja’ah adalah metode hafalan dengan mengulanginya terus menerus agar tidak lupa. Kunci agar anak tumbuh menjadi penghafal Al-quran adalah memberi dukungan. Salah satunya mendorong anak untuk melakukan murajaah dengan diperhatikan oleh orang tua.

Tidak ada salahnya untuk memberikan pujian kepada anak atas pencapaiannya. Sebaiknya hindari sikap tegas yang berlebihan sehingga anak menganggap hafalan menjadi kewajiban yang berat.

6.Mengajak dan mengenalkan ibadah pada anak

Mengenalkan ibadah pada anak sebagai langkah untuk mempraktekan ilmu didalam Al-quran. Mengajak dan mengenalkan ibadah pada anak membantu untuk melancarkan pikiran anak. Anak juga cenderung lebih mudah untuk menghafal ilmu Al-quran saat dipraktekkan langsung dalam bentuk ibadah.

Mengajarkan ibadah pada anak sejak dini akan membiasakan anak hingga dewasa. Sehingga mereka dapat merasakan bahwa ibadah adalah kebutuhan dan bukan hanya sekedar kewajiban semata.

Sesekali juga tidak masalah menceritakan konsekuensi jika meninggalkan ibadah sesuai ilmu didalam Al-quran. Namun jika anak sudah berusia baligh maka tingkatkan ketegasan dengan memberikan hukuman jika meninggalkan ibadah.

7.Bercerita tentang kisah dalam Alquran

Anak-anak selalu identic dengan sesuatu yang menyenangkan. Maka saat ingin anak tumbuh menjadi penghafal Al-quran lakukan dengan cara yang disukai anak-anak. Sehingga mereka tidak kehilangan momen seusia mereka. Salah satunya dengan menceritakan kisah-kisah menarik di dalam Al-quran.

Dalam hal ini dibutuhkan peran orangtua untuk mengenalkan kisah tersebut. Bisa dengan membawakan kisah nabi dan sahabat menjelang tidur mereka. Kemudian sesekali bacakan ayat yang mendukung kisah tersebut.

8.Memberikan lingkungan yang agamis

Hafalan seorang anak dapat hilang dengan cepat jika saat besar diletakkan di lingkungan yang tidak agamis. Salah satu peran orangtua yang penting adalah mampu memilihkan sekolah yang berbasis islam. Sehingga dapat menumbuhkan semangat anak untuk menghafal Al-quran.

Apalagi jika teman-teman sebaya mereka juga memiliki jiwa penghafal Al-quran. Tentunya anak akan lebih mudah untuk ikut dan bergaul dalam sirkel pertemanan yang sama. Anak juga akan lebih termotivasi untuk menambah hafalannya karena memiliki teman.

Nah, delapan tips untuk menjadikan anak sebagai penghafal Al-quran dapat diterapkan mulai dari sekarang loh. Sebagai orangtua ataupun calon orangtua mulailah mempersiapkan visi dan misi keluarga yang ingin dibentuk kedepannya. Disini dibutuhkan kerjasama yang solid antara anak dan orangtua agar saling mendukung. Maka tidak salah jika orangtua dari seorang anak penghafal Al-quran mendapatkan balasan mulia disisi Allah SWT. Karena peran orangtua yang sangat besar menemani anak bersama Al-quran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *