Categories
Talk Islam

Tips Parenting Islami Untuk Mendidik Anak Versi Rasulullah

Amal Baik – Tips parenting islami untuk mendidik anak versi rasulullah. Islam adalah agama yang kompleks, sebagai seorang muslim kita hanya perlu berpedoman pada ilmu yang terkandung dalam islam. Salah satunya adalah ilmu sebagai orangtua. Sebagai orangtua tentu kita ingin agar anak kelak tumbuh menjadi pribadi yang baik dan berguna. Oleh karena itu sebagai orangtua harus mampu membimbing anak dari kecil agar memiliki tumbuh kembang yang baik.

Salah satunya adalah dengan belajar pada parenting dalam islam. Pola parenting islami dapat melahirkan anak yang tumbuh dalam nilai-nilai islam. Agar lebih memahami mengenai parenting islami, berikut ini tips yang dapat dilakukan orangtua berdasarkan ketentuan al-quran dan Rasulullah.

Tips Parenting Islami Untuk Mendidik Anak Versi Rasulullah
Ilustrasi :Tips Parenting Islami Untuk Mendidik Anak Versi Rasulullah / pexels

Tips Parenting Islami Versi Rasulullah

1.Kenalkan Dengan Tauhid Dari Dini

Jika ingin mendidik anak agar menjadi seseorang dengan nilai-nilai islami, maka hal pertama yang perlu ditanamkan adalah tauhid. Yaitu memberikan anak keyakinan bahwa hanya Allah satu-satunya penguasa didunia. Pemahaman tentang tauhid kepada anak akan melahirkan sifat ikhlas dan tenang ketika menghadapi masalah di dunia.

Mengajarkan tauhid adalah kunci utama dalam parenting islami. Namun tentunya tidak mudah untuk menanamkan hal ini pada anak. Namun orangtua dapat melakukannya dengan tips berikut:

  • Menghafalkan kepada anak tentang Tauhid dan Allah SWT. Biarkan anak untuk mengingat terlebih dahulu mengenai tauhid. Salah satu cara menghafalkan yang efektif untuk anak misalnya melalui lagu, bacaan, ataupun pertanyaan rutin setiap hari.
  • Memberikan pemahaman, ketika anak sudah berkembang maka cobalah untuk memberikan pemahaman tentang tauhid. Berikan pemahaman pada anak dengan contoh yang sederhana. Misalnya tentang penciptaan manusia dan semesta.
  • Mempraktekan tauhid, jika anak telah memahami tentang ke-Esa-an Allah SWT. Selanjutnya adalah berikan contoh ibadah yang berkaitan dengan hal tersebut. Misalnya sholat, berdoa, berpuasa, dan lainnya.
  • Mengenalkan perbuatan baik dan buruk, saat anak sudah tumbuh besar dan mulai banyak bergaul. Maka sebagai orangtua dapat memberikan ilmu dasar tentang perbuatan baik dan buruk yang dibenci oleh Allah SWT.

Mengajarkan ilmu tauhid pada anak menjadi pondasi penting untuk membangun keluarga yang islami. Hal ini tentunya diiringi dengan lingkungan keluarga yang agamis dan senantiasa selalu beribadah kepada Allah SWT.

2.Ibu Sebagai Madrasah Pertama Anak

Memberikan parenting islami salah satunya adalah melalui pendampingan dari seorang ibu. Dalam islam, ibu diposisikan sebagai madrasah pertama. Hal ini karena seorang ibu adalah orang yang seharusnya pada dekat dengan anak. Untuk itu dibutuhkan ibu yang memiliki ilmu dan mampu membimbing anak tumbuh menjadi sosok dengan nilai islam.

Maka tidak salah jika salah satu kunci parenting islami adalah dengan pendampingan intens dari seorang ibu. Namun saat ini sering kali kita menemukan seorang anak yang tumbuh dengan kekurangan kasih sayang seorang ibu. 

Ibu dan anak pada dasarnya memiliki ikatan emosional yang lebih dekat jika dibandingkan seorang ayah dan anak. Itulah pentingnya peran ibu untuk menjaga tumbuh kembang seorang anak. 

3.Kolaborasi Sikap Lemah Lembut dan Tegas

Ilmu parenting selanjutnya adalah orangtua harus senantiasa bersikap lemah dan lembut kepada anak. Namun bukan berarti memberikan apapun yang diinginkan seorang anak. Dalam hal ini seorang ibu dapat bertindak tegas untuk menolak permintaan anak. Namun tentunya tetap dalam koridor lemah lembut.

Menjaga perilaku di depan anak sangat penting, terutama diusia kana-kanak. Karena pada usia ini anak-anak rentan untuk meniru sikap orang dewasa. Hindari bersikap marah yang berlebih pada anak karena hal ini juga membuat anak tumbuh menjadi pembangkang.

Jika anak-anak berbuat nakal maka berikanlah pelajaran dalam kapasitas mereka tanpa kemarahan yang berlebih. Sebagaimana sikap yang diajarkan Rasulullah SAW. Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok penuh kasih sayang terutama pada anak-anak. Sehingga pada suatu hari saat Rasulullah tengah bersujud seorang anak tiba-tiba menaiki punggungnya. Namun Rasulullah tidak marah, dengan saja Rasulullah memperlama sujud hingga anak itu pergi dari punggung Rasulullah.

Sikap ini menunjukan bahwa anak-anak identik dengan sikap ceria dan senang bermain. Jangan sampai keceriaan mereka hilang karena sikap kita yang kasar. Cobalah untuk kolaborasikan sikap tegas dan lemah lembut saat mendidik anak.

4.Bersikap Adil

Tips parenting islami selanjutnya adalah mampu berlaku adil pada setiap anak. Sebagai orangtua harus memiliki sikap yang peka dengan perasaan anak. Jangan sampai satu anak merasa tersisihkan karena kasih sayang orangtua yang tidak adil. Sikap tidak adil atau dikenal dengan pilih kasih sering menjadi masalah dalam menjaga ketentraman antar saudara.

Bagaimana cara untuk berlaku pada anak-anak? Pertama hindari sikap membandingkan satu anak dengan yang lainnya. Perbuatan ini akan memberikan dampak buruk pada mental anak sehingga menjadi tidak percaya diri dan menganggap saudaranya sebagai saingan.

Baca Juga : Kecerdasan Spiritual : Pengertian, Ciri-Ciri dan Indikatornya

5.Kenalkan Ibadah Dan Keutamaannya

Saar anak sudah cukup besar dan bisa memahami tentang tauhid serta sikap baik dan buruk. Selanjutnya didiklah anak dalam lingkungan yang senang beribadah. Orangtua dapat memberikan bimbingan pada anak untuk mulai melakukan ibadah wajib dan menjelaskan tentang pentingnya beribadah. 

Mengenalkan anak dengan kegiatan ibadah berguna untuk menanamkan rasa cinta terhadap islam dan Allah SWT. Agar anak selalu bersemangat untuk beribadah, sebagai orangtua tidak masalah jika memberikan penghargaan khusus terhadap pencapaian anak. 

Tentunya hal tersebut juga harus diiringi ilmu bahwa ibadah bukan semata karena ingin mendapatkan hadiah. Namun hadiah tersebut hanyalah sebagai penghargaan untuk si-anak karena ada hadiah yang lebih baik dari sekedar yang kita berikan, yaitu pahala dari Allah SWT.

6.Menanamkan Sifat Tanggung Jawab dan Mandiri

Seiring dengan bertambahnya kedewasaan seorang anak, maka sebagai orangtua juga harus mulai menanamkan sifat tanggung jawab dan mandiri pada anak. Dengan begitu anak akan memahami kodratnya sebagai seorang muslim. 

Sifat bertanggung jawab juga diajarkan Rasulullah kepada anak-anak saat menjalankan ibadah. Hadits berikut ini menjelaskan tentang Rasulullah yang memberikan hukuman untuk anak yang tidak bertanggung jawab dengan ibadahnya.

Dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa sifat tanggung jawab ditanamkan pada seorang anak saat usianya menginjak tujuh tahun. Pada usia ini anak-anak diajarkan untuk bertanggung jawab dan mandiri dengan ibadah mereka. 

Itulah tips parenting islami untuk mendidik anak agar tumbuh dengan nilai-nilai islam. Sebagai orangtua tentu kita juga harus dibekali dengan ilmu agama. Karena orangtua akan menjadi contoh pertama bagi anak. Sehingga apapun yang dikerjakan oleh orangtua akan rentan ditiru oleh anak. 

Nah, itu tadi tips parenting islami untuk mendidik anak versi rasulullah. Menjadi orangtua memang tidak mudah, butuh effort yang besar agar melahirkan keturunan yang memiliki nilai-nilai islam. Namun semua ini tentu telah diatur dalam Al-quran. Maka sebagai orangtua kita juga harus banyak belajar dan menambah wawasan tentang parenting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *